Unmuh Barru bersama Konsorsium KPTCN dan BOLT Sukses Gelar Seminar di Tohoku, Rangkaian Summer School in Japan

Unmuh Barru bersama Konsorsium KPTCN dan BOLT Sukses Gelar Seminar di Tohoku, Rangkaian Summer School in Japan

Tohoku, Jepang – Konsorsium Pengajian Tinggi dan Cendikiawan Nusantara (KPTCN) bersama Balsamo Outreach for Learning and Teaching (BOLT) serta Universitas Muhammadiyah Barru sukses melaksanakan seminar di Tohoku, Jepang, Senin, 25 Agustus 2025, sebagai bagian dari rangkaian program Summer School in Japan 2025. Kegiatan ini dihadiri dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia dengan tujuan memperkuat jejaring akademik, memperluas wawasan, serta mendorong kolaborasi lintas negara, termasuk dalam bidang kesehatan global.

Presiden KPTCN, Prof. Supari Muslim, menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun kesadaran terhadap tantangan global. “Keikutsertaan KPTCN dalam summer school ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memfasilitasi pembelajaran lintas disiplin. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat menyiapkan mahasiswa dan dosen menghadapi tantangan besar, salah satunya isu kesehatan global yang kini menjadi perhatian dunia,” ungkapnya.

Seminar ini menghadirkan narasumber terkemuka dari Indonesia dan Jepang. Prof. Peter John Wanner menyoroti peran riset dan inovasi lintas negara dalam memajukan peradaban, termasuk dalam menghadapi krisis kesehatan. “Kolaborasi internasional seperti ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem akademik yang dinamis dan berdaya saing,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Yuan dari Akita University berbagi hasil penelitiannya dalam pembelajaran bahasa, dengan studi kasus penggunaan metafora. Menurutnya, pendekatan lintas budaya juga relevan untuk memperkuat pemahaman antarbangsa, terutama dalam menghadapi masalah kesehatan yang bersifat global, karena komunikasi yang efektif menjadi dasar kerja sama internasional.

Rangkaian Summer School tidak hanya diisi dengan seminar, tetapi juga kunjungan lapangan ke Universitas Tohoku, museum, serta pusat riset di Jepang. Para peserta berkesempatan melihat langsung bagaimana Jepang mengembangkan riset sains, teknologi, dan kesehatan yang terintegrasi. Hal ini memberikan inspirasi bagaimana perguruan tinggi Indonesia dapat memperkuat perannya dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat.

Presiden (terpilih) BOLT, Prof. Ismail Suardi Wekke, menambahkan, “Kerja sama ini sangat strategis. Kami berharap program ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan baru terkait isu kesehatan global. Dunia pendidikan punya peran vital dalam menyiapkan SDM yang peduli dan siap berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat dunia.”

Dr. Otto Fajarianto, dosen Universitas Negeri Malang sekaligus komite saintifik, juga menegaskan bahwa pengalaman lintas negara ini membuka perspektif baru. “Saya belajar banyak, terutama bagaimana kolaborasi akademisi bisa memberi solusi untuk persoalan bersama, termasuk kesehatan global yang membutuhkan kerja sama lintas disiplin,” ujarnya.

Acara ditutup dengan serah terima cendera mata dan foto bersama. Kesuksesan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara KPTCN dan BOLT mampu melahirkan program yang tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga relevan dengan isu-isu global, termasuk kesehatan.

BINUS University Jalin Kemitraan Strategis, Buka Kesempatan Kolaborasi dengan Akademisi Papua di ICOBAR 2025 Dalam Tema Kesehatan Lingkungan

BINUS University Jalin Kemitraan Strategis, Buka Kesempatan Kolaborasi dengan Akademisi Papua di ICOBAR 2025 Dalam Tema Kesehatan Lingkungan

Jakarta, 23 Agustus 2025 — The International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) edisi ke-7 kembali digelar oleh BINUS University, menjadi forum penting bagi akademisi dan peneliti untuk membahas isu-isu global. Diadakan di kampus Alam Sutra, konferensi ini memfokuskan diskusi pada komunikasi, bisnis, dan inovasi, sekaligus menjadi platform strategis untuk membangun kemitraan antarperguruan tinggi.
Salah satu hal yang disorot adalah pentingnya pembahasan isu-isu kesehatan dalam berbagai konteks, termasuk kaitannya dengan inovasi teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan. Partisipasi The Academia of Papua di konferensi ini juga menjadi bukti komitmen BINUS dalam memperluas kolaborasi akademis. Ismail, The Academia of Papua, menyampaikan terima kasih atas kesempatan menjejakkan kaki ke kampus Binus University.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan sesi interaktif dan diskusi mendalam, salah satunya membahas “Transformasi Digital dan Etika Bisnis di Era 5.0.” Selain mengupas dampak teknologi terhadap model bisnis, sesi ini juga menyentuh aspek-aspek kesehatan, seperti bagaimana inovasi digital dapat memengaruhi layanan kesehatan dan etika dalam pengelolaan data medis.
Partisipasi aktif akademisi dari berbagai institusi, termasuk dari The Academia of Papua, turut memperkaya diskusi. Ismail Suardi Wekke, akademisi senior dari The Academia of Papua yang juga menjadi anggota Komite Ilmiah ICOBAR 2025, menggarisbawahi pentingnya acara ini.
“Kolaborasi lintas disiplin ilmu dan institusi adalah kunci untuk memecahkan tantangan global yang semakin kompleks,” ujar Ismail. “Kegiatan ini sangatlah insightful. Saya berharap dapat menjalin kontak lebih lanjut dengan para peneliti di sini dan ini adalah sebuah peluang untuk berkolaborasi di masa depan. Kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring untuk riset dan pengembangan, termasuk dalam isu kesehatan masyarakat dan inovasi. Kehadiran kami dari The Academia of Papua di ICOBAR 2025 adalah bukti nyata dari semangat kolaborasi yang dibangun oleh BINUS University.”
“Terima kasih Binus, atas pengalaman emas ini. Sebuah kehormatan bagi kami, bisa turut hadir dan sekaligus diberi kesempatan menjadi komite saintifik dan reviewer konferensi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kompetensi Global: BOLT Selenggarakan Summer School di Jepang

Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kompetensi Global: BOLT Selenggarakan Summer School di Jepang

 

BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching) bekerja sama dengan perguruan tinggi mitra dan Konsorsium Perguruan Tinggi dan Cendekiawan Nusantara (KPTCN), kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sumber daya manusia. Dalam kerangka inisiatif Malaysia–Indonesia–Japan Linkage on Interdisciplinary Studies (MAJLIS), mereka akan mengadakan program Summer School di Jepang pada 24-30 Agustus 2025.
Program ini bukan hanya sekadar ajang belajar akademis, tetapi juga memiliki dampak positif yang signifikan bagi kesehatan mental dan kesejahteraan para pesertanya. Berinteraksi langsung dengan pakar internasional dan berpartisipasi dalam lokakarya interaktif akan membantu peserta memperluas wawasan dan membangun self-efficacy atau keyakinan diri mereka. Merasa kompeten dan mampu beradaptasi dalam lingkungan global dapat mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan motivasi untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Dalam pelepasan peserta dari pelbagai penjuru Indonesia, Sabtu, 23 Agustus 2025, Ismail menyampaikan apresiasi kepada semua pimpinan perguruan tinggi yang bersedia menjadi mitra kegiatan. “Dengan adanya kemitraan ini, peluang untuk maju bersama lebih mudah,” kata Ismail di Jakarta.
Menurut Ismail Suardi Wekke, salah satu komite saintifik, program ini bertujuan menciptakan pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman holistik dan siap berkolaborasi lintas batas. Keterampilan ini sangat relevan dengan kesehatan mental karena kemampuan berkolaborasi dan berpikir interdisipliner mengajarkan fleksibilitas kognitif dan resiliensi, dua aspek penting untuk menghadapi tantangan hidup.
Peserta program, yang dipilih berdasarkan prestasi akademik, akan belajar topik krusial seperti energi terbarukan dan digitalisasi. Mereka juga akan memahami budaya kerja Jepang yang berfokus pada etos kerja tinggi dan dedikasi. Mengalami lingkungan baru dan budaya kerja yang berbeda dapat melatih kemampuan adaptasi dan resiliensi para peserta. Kemampuan ini menjadi kunci untuk mengatasi tekanan, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi.
Selain itu, kegiatan seperti kunjungan budaya ke Matsushima memberikan keseimbangan antara kegiatan akademis yang intens dan relaksasi. Hal ini penting untuk mencegah kelelahan mental (burnout), yang sering terjadi pada individu dengan jadwal padat. Kombinasi antara stimulasi intelektual dan pengalaman budaya membantu menciptakan pengalaman belajar yang menyeluruh dan mendukung kesejahteraan mental.
“Kami menyatakan terima kasih kepada KPTCN yang bersedia melaksanakan kegiatan bersama dengan kita menyelenggarakan kegiatan ini. Sebagaimana kesempatan sebelumnya, dalam pelaksanaan summer schoo, juga dilaksanakan seminar,” tutur Ismail yang juga Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga menjaid mitra kegiatan.
Dengan adanya program seperti ini, BOLT dan KPTCN tidak hanya mencetak talenta unggul yang berdaya saing global, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan mental dan sosial yang esensial. Pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berprestasi dan berani mengeksplorasi peluang global, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan emosional dan karier mereka di masa depan.

Direktur Ahmad Amiruddin Fellowship Temui Plt Kadis Perkimtan Sulsel, Bahas Capacity Building dan Keterkaitan Pemukiman dengan Kesehatan

Direktur Ahmad Amiruddin Fellowship Temui Plt Kadis Perkimtan Sulsel, Bahas Capacity Building dan Keterkaitan Pemukiman dengan Kesehatan

MAKASSAR – Direktur Program Ahmad Amiruddin Fellowship (AAF), Ismail Suardi Wekke, bertemu dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Nining Wahyuni, ST., MT., pada Kamis (21/8/2025). Pertemuan tersebut menyoroti isu peningkatan kapasitas pegawai, sekaligus membuka pembahasan lebih luas tentang keterkaitan antara kondisi pemukiman dengan kesehatan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Ismail menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak cukup hanya ditopang infrastruktur fisik. Sumber daya manusia birokrasi yang berkualitas menjadi faktor penentu, termasuk dalam memastikan pemukiman layak huni yang sehat.

“Pegawai pemerintah perlu berperan bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan, melainkan juga sebagai perumus solusi yang adaptif dan inovatif. Kualitas pemukiman akan berimplikasi langsung pada kesehatan warganya,” ujar Ismail.

Ia mengajukan program capacity building dengan fokus pada penguatan keterampilan berbasis data, manajemen proyek, serta komunikasi publik. Menurutnya, tiga hal itu akan membantu aparatur dalam merancang kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk di sektor kesehatan.

Plt Kadis Perkimtan Sulsel, Nining Wahyuni, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas pegawai adalah investasi jangka panjang. “Dampaknya bukan hanya pada pelayanan publik, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat, terutama jika dikaitkan dengan sektor kesehatan dan lingkungan,” kata Nining.

Sorotan Terhadap Hubungan Antara Pemukiman dan Kesehatan
Kondisi fisik pemukiman memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Lingkungan dengan sanitasi buruk, ventilasi tidak memadai, dan kepadatan tinggi rentan menjadi sarang penyakit menular, mulai dari tuberkulosis, diare, hingga infeksi pernapasan akut. Kurangnya akses air bersih juga membuat masyarakat rawan terhadap penyakit berbasis air.

Namun, masalah kesehatan tidak berhenti pada aspek fisik semata. Lingkungan yang tidak aman, minim ruang terbuka hijau, serta kurangnya fasilitas sosial seperti taman dan pusat komunitas, dapat meningkatkan risiko stres, depresi, hingga penyakit mental. Hal ini memperlihatkan bahwa pembangunan pemukiman sehat harus dipahami secara holistik—tidak hanya membangun rumah, melainkan juga membangun ekosistem sosial yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental warga.

Karena itu, pembangunan pemukiman sehat menuntut pendekatan lintas sektor. Dinas Perkimtan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan tata kota. Penyediaan sanitasi, air bersih, serta sistem pengelolaan limbah yang memadai harus berjalan paralel dengan program perbaikan kawasan kumuh dan peningkatan kapasitas aparatur.

Pertemuan AAF dan Dinas Perkimtan Sulsel juga menyinggung kemungkinan penyelenggaraan Simposium Nasional Perencanaan Permukiman dan Perumahan Berbasis Asta Cita. Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk mengintegrasikan kebijakan pemukiman dengan program prioritas nasional, termasuk upaya menciptakan kota sehat dan inklusif.

“Jika integrasi berjalan baik, maka pembangunan daerah tidak hanya memperbaiki fisik kota, tetapi juga memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat,” pungkas Ismail. (*)

Mengenal Perawat.ID: Menjemput Kesehatan Hingga ke Pintu Rumah — Belajar dari Tantangan Jepang

Mengenal Perawat.ID: Menjemput Kesehatan Hingga ke Pintu Rumah — Belajar dari Tantangan Jepang

Bayangkan Anda sedang bekerja di luar kota, sementara orang tua di rumah membutuhkan perawatan luka atau terapi rutin. Situasi ini umum di Indonesia, apalagi di era urbanisasi dan keluarga inti yang tersebar di berbagai daerah.
Di sinilah Perawat.ID masuk, sebuah layanan yang mengirimkan perawat profesional langsung ke rumah pasien.

Dalam sebuah diskusi hangat bersama Faisal Jabir, S.Kom.,M.TI (CEO Perawat.ID) dan Ismail Suardi Wekke, Ph.D. sebagai moderator, terungkap bahwa visi layanan ini sederhana namun kuat: membawa kesehatan lebih dekat, bahkan sampai ke pintu rumah.

“Kalau satu kata mewakili Perawat ID, Perawat ID adalah layanan jasa kesehatan di rumah Anda,” ujar Faisal.

Awalnya fokus pada perawatan lansia, kini layanan Perawat.ID meluas ke perawatan luka (terutama diabetes), pendamping rawat inap, pasien stroke, hingga perawatan pasca-operasi. Semua dijalankan oleh perawat bersertifikat, memastikan keamanan dan kualitas.

 

dokumentasi webinar mengenal Perawat.ID

Bukan Sekadar Layanan, Tapi Gerakan Sosial

Faisal bercerita bahwa ide ini lahir saat ia menjadi relawan bencana likuifaksi di Palu. Melihat lansia dan pasien kronis kesulitan mendapat perawatan layak memunculkan gagasan: kenapa tidak menghadirkan perawatan langsung ke rumah?
Kini, Perawat.ID juga terlibat dalam misi sosial—dari membantu korban gempa Cianjur hingga banjir di Maros—dengan semangat “Satu Desa, Satu Perawat”.

Belajar dari Jepang: Tantangan & Inspirasi

Menariknya, konsep Perawat.ID punya kemiripan dengan strategi yang sedang dijalankan di Jepang—negara dengan populasi lansia tertinggi di dunia. Jepang kini menghadapi tantangan “super-aged society”, di mana kebutuhan perawatan rumah melonjak, sementara tenaga perawat mulai menipis.

  1. Home Care untuk Masyarakat Tua
    Jepang mengembangkan sistem perawatan di rumah secara masif, namun masih terkendala distribusi tenaga yang merata. Di Indonesia, visi “Satu Desa, Satu Perawat” bisa menjadi jawaban untuk menghindari ketimpangan yang kini dialami Jepang.
  2. Teknologi vs Sentuhan Manusia
    Jepang mulai mengandalkan robot dan AI untuk membantu perawatan lansia. Tapi, seperti Faisal tegaskan, layanan seperti Perawat.ID menempatkan sentuhan manusia sebagai inti—sebuah nilai yang bahkan negara maju pun sedang berusaha pertahankan.
  3. Efisiensi Sistem Kesehatan
    Jepang mendorong task shifting—membagi peran dokter kepada tenaga kesehatan lain—serta memanfaatkan telemedicine. Perawat.ID sudah mulai mengadopsi pendekatan ini dengan kolaborasi jarak jauh antara perawat desa dan dokter, membuat layanan lebih cepat dan hemat biaya.

Penutup

Obrolan antara Faisal Jabir dan Prof. Ismail Suardi Wekke bukan sekadar memperkenalkan layanan baru—ini adalah ajakan untuk memikirkan masa depan kesehatan Indonesia. Jika Jepang saja kini berpacu mencari solusi untuk populasi lansia yang terus tumbuh, Indonesia punya kesempatan untuk bersiap sejak sekarang.

“Biar orang tahu dulu kenapa ini penting, sebelum mereka tahu seperti apa cara kerjanya,” kata Faisal.

Dengan langkah kecil dari pintu rumah, Perawat.ID bisa jadi bagian dari jawaban besar untuk masa depan kesehatan bangsa.

 

Kenalan Lebih Dekat dengan Perawat.ID: Layanan Kesehatan dari Rumah untuk Semua

Kenalan Lebih Dekat dengan Perawat.ID: Layanan Kesehatan dari Rumah untuk Semua

Makassar, 10 Agustus 2025 — Perawat.ID, platform layanan kesehatan berbasis digital asal Makassar, malam ini akan menggelar event “Mengenal Perawat.ID” yang diselenggarakan secara online dan bertujuan memperkenalkan berbagai layanan keperawatan langsung ke masyarakat.

Peserta yang hadir dapat langsung bertanya seputar layanan, mulai dari perawatan luka, pendampingan ibu dan bayi, hingga pijat laktasi dan pijat bayi yang menjadi salah satu layanan unggulan Perawat.ID

Melalui event ini, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momen belajar dan berdiskusi seputar kesehatan, terutama bagi keluarga yang ingin mendapatkan layanan perawat profesional langsung di rumah.

Event ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Perawat.ID untuk semakin dikenal luas, sekaligus menjembatani komunikasi langsung antara tim perawat dan masyarakat. Interaksi yang terjalin nantinya diharapkan membuat suasana menjadi lebih personal dan informatif.

Ibu Baru, Banyak Tantangan: Perawat Hadir untuk Ringankan Beban

Ibu Baru, Banyak Tantangan: Perawat Hadir untuk Ringankan Beban

Makassar, 8 Agustus 2025 —

Menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya adalah momen yang membahagiakan, tapi juga penuh tantangan. Mulai dari belajar menyusui, mengganti popok, hingga menjaga bayi tetap nyaman saat malam hari—semuanya bisa terasa melelahkan, apalagi jika harus dilakukan sendirian.

Banyak ibu baru yang akhirnya merasa kewalahan. Badan lelah, emosi naik turun, dan waktu tidur berkurang drastis. Dalam kondisi seperti ini, dukungan bukan hanya dibutuhkan—tapi sangat penting.

Di sinilah peran perawat datang sebagai penolong . Tak hanya di rumah sakit, kini layanan keperawatan juga bisa dinikmati dari rumah lewat Perawat.ID. Perawat profesional bisa datang langsung ke rumah untuk membantu ibu dan bayi melewati masa-masa awal dengan aman dan nyaman.

Perawat yang datang langsung ke rumah bisa membantu banyak hal, seperti :

  • Melakukan perawatan luka ibu pasca melahirkan
  • Membantu memantau kondisi ibu serta bayi
  • Memberikan edukasi tentang cara menyusui, menjaga kebersihan bayi, dan perawatan luka pasca melahirkan
  • Memberikan layanan berupa  pijat lembut untuk bayi, dan pijat laktasi untuk ibu

Dengan layanan perawat di rumah, ibu tak perlu repot ke rumah sakit. Ini juga sangat membantu bagi mereka yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, atau bagi keluarga yang ingin menghindari antrean panjang dan risiko paparan penyakit di tempat umum.

Perawat.ID, sebagai platform layanan kesehatan berbasis digital yang berbasis di Makassar, menawarkan solusi ini dengan mudah. Hanya lewat ponsel, masyarakat bisa memesan jasa perawat yang terpercaya dan berpengalaman—langsung ke rumah.

Mendapatkan pendampingan dari perawat profesional bukan lagi hal yang sulit. Setiap ibu dan bayi layak mendapat awal yang tenang dan penuh kasih—bersama perawat profesional di rumah.

Pasien Diabetes Butuh Perawatan Luka yang Tepat — Mengapa Rawat di Rumah Bisa Lebih Aman?

Pasien Diabetes Butuh Perawatan Luka yang Tepat — Mengapa Rawat di Rumah Bisa Lebih Aman?

Makassar, 7 Agustus 2025 —
Bagi penderita diabetes, luka kecil bisa jadi masalah besar. Apalagi jika terjadi di bagian kaki, penyembuhannya bisa sangat lambat, bahkan berisiko menjadi infeksi serius. Jika tidak dirawat dengan baik, luka tersebut bisa berujung pada komplikasi hingga amputasi.

Nah, dibandingkan bolak-balik ke rumah sakit, banyak pasien sekarang memilih perawatan luka langsung di rumah. Lewat layanan home care seperti yang ditawarkan oleh Perawat.ID, perawatan jadi lebih praktis dan tetap aman.

Kenapa Luka Diabetes Harus Ditangani Serius?

Diabetes menyebabkan sirkulasi darah terganggu dan menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya, luka jadi lebih sulit sembuh dan gampang terinfeksi. Kalau dibiarkan, luka bisa memburuk hingga menyebabkan gangrene atau infeksi berat yang membahayakan nyawa.

Keunggulan Perawatan Luka di Rumah

  • Lebih Higienis dan Minim Risiko
    Lingkungan rumah yang bersih dan terkontrol membantu mengurangi risiko infeksi dari luar.
  • Ditangani oleh Perawat Profesional
    Perawat akan membersihkan luka, mengganti perban, serta memberikan edukasi tentang cara merawat luka agar cepat sembuh.
  • Pemantauan Rutin dan Edukasi Keluarga
    Pasien dan keluarga akan dibekali pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya agar bisa segera mengambil tindakan.
  • Hemat Waktu dan Biaya
    Tanpa perlu ke rumah sakit, pasien hemat ongkos transportasi dan tidak perlu rawat inap.
  • Lebih Nyaman dan Mendukung Pemulihan
    Perawatan di rumah membantu pasien lebih tenang secara mentaL, ini sangat penting untuk proses penyembuhan. 

Perawat.ID hadir untuk membantu Anda merawat luka diabetes langsung di rumah dengan aman dan nyaman. Jangan tunggu luka makin parah. Hubungi kami sekarang, dan biarkan kami bantu rawat luka Anda dengan tenaga profesional terbaik!

Copyright © 2026 Kata Perawat