
BULUKUMBA, INDONESIA – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada Bulukumba kembali menegaskan komitmennya dalam kolaborasi akademik internasional. Tahun 2025, kampus kesehatan asal Sulawesi Selatan ini bersiap menggelar The International Symposium on Health and Environment (ISHE) 2025 di Kuala Lumpur dan Melaka, Malaysia pada 4–5 September mendatang.
Simposium ini merupakan edisi ketiga sejak pertama kali dihelat tahun 2023. Setelah sukses dilaksanakan di Makassar–Bulukumba (2023) dan kemudian di Sendai–Tokyo, Jepang (2024), tahun ini STIKES Panrita Husada bekerja sama dengan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) untuk melanjutkan estafet kegiatan ilmiah lintas negara.
Kolaborasi Akademik yang Terus Berkembang
Sejak awal 2024, STIKES Panrita Husada dan UTeM sudah menjalin hubungan erat. Januari 2024 lalu, pihak UTeM berkunjung ke Bulukumba. Kini giliran STIKES Panrita Husada yang hadir di Malaysia bersama dosen dan mahasiswa, bukan hanya untuk mempererat kerja sama, tetapi juga melaksanakan seminar bersama dalam rangkaian ISHE 2025.
Ketua STIKES Panrita Husada, Dr. Ns. Muriati, S.Kep., M.Kes., menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras panitia.
“Kami sangat bangga dengan kerja keras dan dedikasi tim panitia. Keberhasilan dua simposium sebelumnya menjadi bukti nyata komitmen kita dalam memajukan ilmu kesehatan dan lingkungan. Simposium di Malaysia ini diharapkan dapat menjadi platform yang lebih luas lagi untuk berkolaborasi dengan para akademisi dan praktisi dari berbagai negara,” ujarnya.
Angkat Isu Kesehatan Global dan Keperawatan
Tema Kesehatan dan Lingkungan tetap menjadi fokus utama simposium, karena keduanya adalah isu krusial di era modern: mulai dari perubahan iklim, penyakit menular, kesehatan masyarakat, hingga teknologi medis. Namun, di ISHE 2025, perhatian khusus juga diberikan pada keperawatan.
Sebagai garda depan pelayanan kesehatan, perawat memiliki peran yang tak tergantikan. Diskusi dan riset yang dipresentasikan akan mencakup topik-topik keperawatan, seperti strategi perawatan pasien, perawatan lansia, peran perawat dalam edukasi kesehatan masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung praktik keperawatan.
Platform Regional dan Global
ISHE bukan sekadar forum ilmiah, melainkan juga wadah membangun persahabatan antarbangsa melalui kolaborasi pendidikan. Dengan partisipasi dosen, mahasiswa, dan peneliti dari berbagai negara, simposium ini menjadi ruang bertukar ide, melahirkan inovasi, serta memperkaya khazanah keilmuan di bidang kesehatan.
Ismail Suardi Wekke, Ph.D., anggota komite saintifik SEAAM dan mitra kegiatan, mengungkapkan kegembiraannya.
“Prakarsa kolaborasi ini, yang dimulai pada tahun 2023, telah tumbuh menjadi agenda penting dalam kalender akademik kami. Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta di setiap edisinya. Simposium di Malaysia ini akan membuka pintu baru untuk kolaborasi yang lebih erat antara akademisi Indonesia dan Malaysia, serta negara-negara lain yang berpartisipasi,” katanya.
Malaysia sebagai Tuan Rumah
Kegiatan ISHE 2025 akan berlangsung di dua lokasi strategis: Kuala Lumpur dan Melaka. Kuala Lumpur dikenal sebagai pusat modern dengan fasilitas akademik dan riset yang maju, sementara Melaka menghadirkan nuansa sejarah yang kental. Perpaduan ini memberikan pengalaman berbeda bagi peserta, tidak hanya mengikuti sesi akademik, tetapi juga menjalin interaksi lintas budaya dalam suasana kondusif.
Kontribusi Daerah untuk Dunia
Keterlibatan STIKES Panrita Husada Bulukumba dalam forum internasional ini membuktikan bahwa perguruan tinggi dari daerah pun bisa tampil di panggung global. Dengan fokus pada kesehatan, lingkungan, dan keperawatan, ISHE 2025 diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, ISHE 2025 bukan hanya menjadi forum diskusi ilmiah, tetapi juga ruang bagi perawat dan akademisi Asia Tenggara untuk bersatu menghadapi tantangan kesehatan global.


















