
Jakarta, 23 Agustus 2025 — The International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) edisi ke-7 kembali digelar oleh BINUS University, menjadi forum penting bagi akademisi dan peneliti untuk membahas isu-isu global. Diadakan di kampus Alam Sutra, konferensi ini memfokuskan diskusi pada komunikasi, bisnis, dan inovasi, sekaligus menjadi platform strategis untuk membangun kemitraan antarperguruan tinggi.
Salah satu hal yang disorot adalah pentingnya pembahasan isu-isu kesehatan dalam berbagai konteks, termasuk kaitannya dengan inovasi teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan. Partisipasi The Academia of Papua di konferensi ini juga menjadi bukti komitmen BINUS dalam memperluas kolaborasi akademis. Ismail, The Academia of Papua, menyampaikan terima kasih atas kesempatan menjejakkan kaki ke kampus Binus University.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan sesi interaktif dan diskusi mendalam, salah satunya membahas “Transformasi Digital dan Etika Bisnis di Era 5.0.” Selain mengupas dampak teknologi terhadap model bisnis, sesi ini juga menyentuh aspek-aspek kesehatan, seperti bagaimana inovasi digital dapat memengaruhi layanan kesehatan dan etika dalam pengelolaan data medis.
Partisipasi aktif akademisi dari berbagai institusi, termasuk dari The Academia of Papua, turut memperkaya diskusi. Ismail Suardi Wekke, akademisi senior dari The Academia of Papua yang juga menjadi anggota Komite Ilmiah ICOBAR 2025, menggarisbawahi pentingnya acara ini.
“Kolaborasi lintas disiplin ilmu dan institusi adalah kunci untuk memecahkan tantangan global yang semakin kompleks,” ujar Ismail. “Kegiatan ini sangatlah insightful. Saya berharap dapat menjalin kontak lebih lanjut dengan para peneliti di sini dan ini adalah sebuah peluang untuk berkolaborasi di masa depan. Kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring untuk riset dan pengembangan, termasuk dalam isu kesehatan masyarakat dan inovasi. Kehadiran kami dari The Academia of Papua di ICOBAR 2025 adalah bukti nyata dari semangat kolaborasi yang dibangun oleh BINUS University.”
“Terima kasih Binus, atas pengalaman emas ini. Sebuah kehormatan bagi kami, bisa turut hadir dan sekaligus diberi kesempatan menjadi komite saintifik dan reviewer konferensi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.




