Pengembangan Keterampilan Abad 21: Literasi Digital dan Teknologi untuk Mendukung Transformasi Layanan Kesehatan

Pengembangan Keterampilan Abad 21: Literasi Digital dan Teknologi untuk Mendukung Transformasi Layanan Kesehatan

Mamuju, 27 Agustus 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Chaeriyah Mamuju menyelenggarakan short course bertajuk “Pengembangan Keterampilan Abad 21: Literasi Digital dan Teknologi” dengan narasumber Faisal Jabir. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2025, pukul 10.00–12.00 WITA.

Keterampilan abad 21 tidak hanya menekankan pada kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas (4C), tetapi juga pada literasi digital yang kini menjadi kebutuhan mendasar di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan layanan kesehatan.

Literasi digital bukan sekadar mampu menggunakan perangkat teknologi, melainkan juga pemahaman kritis terhadap informasi, keamanan siber, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Literasi Digital dalam Layanan Kesehatan

Pentingnya literasi digital semakin terasa dalam konteks layanan kesehatan. Salah satu contoh nyata adalah kehadiran Perawat.id, sebuah startup berbasis di Makassar yang menyediakan layanan kesehatan di rumah, mulai dari perawatan luka (khususnya pasien diabetes), perawatan lansia, hingga pendampingan ibu dan bayi.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, Perawat.id memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit. Model layanan ini sejalan dengan tren global home care service yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan pasien, serta pemanfaatan teknologi komunikasi untuk pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan.

Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Kesehatan

Kegiatan short course ini menunjukkan adanya upaya dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi yang melek teknologi sekaligus mampu berkontribusi pada berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Mahasiswa dan tenaga profesional yang memiliki literasi digital memadai akan lebih siap menghadapi tantangan era digital, misalnya dalam mengelola data pasien, melakukan telekonsultasi, hingga menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung diagnosis awal.

Kesimpulan

Transformasi digital menuntut peningkatan keterampilan abad 21, terutama literasi digital. Program pelatihan seperti yang dilaksanakan STIT Al Chaeriyah menjadi langkah penting untuk mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif.

Lebih jauh, inisiatif ini juga selaras dengan perkembangan layanan kesehatan digital seperti Perawat.id, yang membuktikan bahwa kolaborasi antara teknologi dan kesehatan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Kata Perawat